Cara Menjadi Petani yang Pintar.

Zaman sekarang nyari yang namanya petani di daerahku memang agak sulit. Petani adalah salah satu profesi yang sangat sulit dijalani, bukan hanya metode atau caranya yang sulit, namun juga akibat dari profesi menjadi petani tersebut yang kadang membuat orang tak tahan, gmana gak, belum lagi mikirin modal awal, modal perawatan, bahkan terkadang panen pun butuh modal.

Untuk menghadapi itu semua dibutuhkan sosok petani yang pintar dalam mengelola pertanian juga berbagai hal yang menghambatnya. Seperti gagal panen, serangan hama, dan perubahan musim. Untuk petani yang bermodal tentu saja tak masalah, karena jika mengalami kerugian akan mudah bangkit, namun berbeda hal jika petani tingkat menengah ataupun petani tingkat bawah yang modalnya terkadang harus meminjjam ke koperasi atau bank.

menjadi petani pintar
Petani dengan teknologi
Petani yang pintar tentu sudah mempunyai rencana yang matang untuk memulai sebuah proses bercocok tanam. Bertani biasanya dilakukan secara berkelompok jika memungkinkan dengan begitu modal bisa terkumpul banyak.

Saya sendiri masih bingung tentang profesi Petani ini sebenarnya seperti apa dipahami oleh masyarakat.
Berikut saya akan ulas kiat-kiat menjadi petani yang pintar agar sukses:
1. Harus tahu musim, jika ingin bercocok tanam, musim sangat berpengaruh terhadap hasil. Jika seandainya tidak memiliki teknologi untuk memprediksi musim bisa saja menggunakan cara klasik seperti memperhatikan kebiasaan dan tanda-tanda dari alam.

2. Pikirkan juga biaya hidup. Soalnya ini adalah tanam-menanam jadi gak langsung tumbuh berbuah dan menghasilkan. Jangan sampai belum panen tetapi hutang sudah menumpuk.

3. Perlu juga mengetahui produk apa saja yang laku dipasar, maksudnya gak ada matinya. Kapan saja orang membutuhkannya jadi kita dalam pemasarannya akan mudah.

4. Selalu manfaatkan semua yang ada seperti sisa lahan, memikirkan tumpang sari, dan lainnya, jadi ada selingan sehingga tidak bosan dengan rutinitas.

5. Perhitungan Omzet penjualan minimal 2x lipat dari modal (materi dan tenaga), sehingga ada jarak untuk menutupi kegagalan atau kerugian.

6. Jangan terlalu jauh agen hingga tengkulak di pasar. Karena akan membuat barang kita semakin murah dan keuntungan tipis.
7. Sesuaikan modal kita dengan kemampuan merawat, jadi biaya perawatan juga harus dipikirkan dari awal

Yah seenggaknya Cuma itu yang dilakuin sama bapak saya. Yang jelas beliau berhasil ketika menjadi petani, sayang sekali sekarang tak ada lagi lahan kosong, semua sudah ditanami oleh sawit. So jika ada kesempatan, manfaatkanlah.

Cara Menjadi Petani yang Pintar. Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rudiansyah

2 komentar:

  1. sekarang cukup mudah untuk menggali informasi dan petunjuk budidaya, asalkan ada kemauan terus belajar dan kerja keras tidak ada yang tidak mungkin setidaknya 65% keatas tingkat keberhasilannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget tuh om yang penting mau berusaha lebih keras dari sebelumnya aja....

      Delete